Rabu, 10 Oktober 2012

Peparnas Pupuk Nilai Kemanusian-Riau

PEKANBARU (RP) - Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono menilai ajang Pekan Paralympic Nasional XIV Provinsi Riau tidak hanya sebagai ajang mengukir prestasi olahraga, tetapi juga memiliki esensi positif sebagai ajang memupuk nilai-nilai kemanusiaan.

‘’Untuk keduakalinya, Riau menjadi tuan rumah iven olahraga berskala nasional.

Setelah PON dilaksanakan dengan sukses. Malam ini, kita akan membuka perhelatan kedua, yaitu Peparnas XIV di Riau,’’ ujar Wapres dalam opening ceremony Peparnas di Sport Center Rumbai, Ahad (7/10).

Menurutnya, para atlet dari seluruh kontingen yang datang dari seluruh penjuru Tanah Air merupakan atlet terbaik yang siap mengharumkan nama kontingen dan daerahnya. Peparnas juga menjadi ajang untuk saling mengenal, saling mengerti dalam memupuk persaudaraan dan persatuan.

‘’Selain itu, Peparnas XIV juga memiliki makna positif dalam meningkatkan nilai semangat hidup, teguh dan semangat memperoleh yang terbaik dalam menjalankan kehidupan.

Mereka adalah yang berhasil dalam menghadapi tantangan hidup,’’ papar Boediono memberikan motivasi kepada para atlet.

Lebih jauh dia menambahkan, nilai kemanusian lain yang dapat dipetik adalah komitmen mengedepankan semangat kejujuran, sportivitas dan jiwa satria untuk mencapai prestasi terbaik.

‘’Ini bagian dari spirit kemanusiaan. Pecahkan rekor baru, sehingga dapat menjadi kebanggaan bagi kontingen dan daerah. Tiada kata menyerah pada keadaan. Kekurangan dan hambatan sama sekali tidak mematikan semangat Anda. Terimalah salut dan rasa hormat saya yang tinggi,’’ papar Wapres.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Riau yang telah melaksanakan amanah nasional dan menjadi tuan rumah yang baik.

‘’Saya sampaikan pengharagaan yang setinggi-tingginya atas kesedian Riau melaksanakan tanggung jawab nasional ini. Terima kasih atas kerja keras dan kontribusi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara nasional. Kepada masyarakat Riau saya mengucapkan terima kasih atas keramahan yang telah diberikan. Semoga kenangan manis di Riau tetap melekat di hati kita semua,’’ ungkap Wapres yang disambut tepuk tangan dan riuh puluhan ribu masyarakat dan atlet yang hadir dari berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP mengatakan ajang Peparnas menjadi rangkaian penting, bukan hanya untuk olahraga nasional. Tetapi juga berperan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan di Indonesia.

‘’Kami beserta komponen masyarakat Riau mengucapkan selamat datang kepada Wapres Boediono ke Bumi Melayu Lancang Kuning. Bulan lalu, Riau mendapat kehormatan menjadi tuan Rumah PON, Alhamdulillah, berlangsung sukses. Ini merupakan kebanggaan kedua kalinya bagi masyarakat Riau sebagai tuan rumah Peparnas XIV,’’ papar Gubri.

Dia menambahkan, dengan pelaksanaan PON dan Peparnas menjadi ajang membangkitkan Riau yang terus berbenah hampir di semua sektor kehidupan.

Ini terwujud dengan perkembangan infrastruktur dan sarana yang bertaraf internasional di Bumi Melayu Lancang Kuning.

Peparnas kali ini mengambil tema ‘’Dengan Prestasi Olahraga, Kita Tingkatkan Peran Paralimpian dalam Mengangkat Harkat dan Martabat. Selain itu juga meningkatkan persatuan dan kedamaian. Baik di tingkat lokal, nasional hingga internasional’’.

Merangkak, Yasin Sulut Api Peparnas

Proses penyalaan api tersebut juga memerlukan perjuangan, sebab Yasin, si pembawa api ke kaldron setinggi 3 meter tersebut merupakan pelatih tenis kursi roda Riau. Namun ia harus merangkak ke puncak kaldron.

Semangat juang Yasin mendapat aplaus dari seluruh penonton pada pembukaan Peparnas, Ahad (7/10) di Stadion Kaharuddin Nasution. Penyalaan api di kaldron menjadi puncak rangkaian acara yang dinikmati sekitar 20 ribuan penonton. Ditambah 5 ribuan atlet, pelatih dan ofisial.

Kobaran api masih nyata hingga seluruh penonton bubar pada pukul 22.00 WIB malam tadi, dimana acara dimulai pukul 19.00 WIB. Yasin yang menyalakan api dengan merangkak tanpa bantuan kursi rodanya.

Ia harus menaiki satu persatu tangga. Ia menerima api yang diambil dari sumur minyak pertama Minas tersebut dari paralympian lainnya. 

Pemandangan tersebut menjadi bagian dari pembukaan ajang olahraga terbesar bagi penyandang cacat yang disebut paralympian.

Seremoni pembukaan acara utama, malam tadi diawali dengan penampilan karya lokal. Diawali dengan tari persembahan. Lalu dilanjutkan dengan tari-tarian dari seniman Riau. Lewat karya, ‘’Di Bawah Matahari Tak Ada yang Sempurna’’.

Penampilan yang sarat dan kental dengan budaya Melayu tersebut menyajikan penampilan ratusan penari dengan kerlap-kerlip di atas kepalanya ditambah dengan warna-warni ondel-ondel melekat sebentuk topi.

Sebelum sajian seniman Riau tersebut, lebih dulu ada penampilan dari beberapa penyanyi difabel yang notabene anak-anak menghibur dengan lagu yang dipopulerkan D’masiv, berjudul ‘’Jangan Menyerah’’.

Sebelum defile kontingen provinsi peserta, yang dimulai dengan kontingen Aceh. Diawali dengan tim Paskibraka yang membawa bendera merah putih, bendera NPC dan bendera provinsi peserta Peparnas XIV.

Acara puncak malam tadi adalah penyalaan api Peparnas yang diambil dari sumur minyak pertama Minas. Seperti PON, acara puncak tersebut dilakukan oleh empat paralympian Riau. Mereka  membawa api dengan cara estafet. Diawali dengan paralympian yang (maaf) tidak memiliki tangan.

Lalu dilanjutkan dengan paralympian lainnya. Sebelum tiba di atlet lain yang sudah menunggu di tangga kalderon. Atlet berkursi roda tersebut turun dari tempatnya dan membawa api yang diterima dengan cara beringsut, tangga demi tangga untuk kemudian menyalakan api di kalderon.

Perjuangan dan usahanya untuk sampai ke puncak kalderon menaiki tangga sekitar 3 meter tersebut mendapat aplaus dari seluruh pengunjung yang hadir. Kobaran api Peparnas di kaldron mengakhiri acara resmi sebelum Wapres RI, Boediono menginggalkan tempat. Rangkaian open ceremony Peparna XIV Riau ditutup dengan pesta kembang api berdurasi selama 5 menit. (egp/rio)

Suguhan berbagai acara hiburan diawali dengan penampilan Sagu Band menjadi tontotan tersendiri bagi para penonton. Meskipun tak sedikit pula penonton yang beranjak meninggalkan lokasi acara.

Tapi kehebohan dan kemeriahan masih tampak hingga berbagai penampilan pengisi acara.

Seperti sesudah penampilan Sagu Band kemarin dengan lagu andalannya. Dilanjutkan penampilan Mara Karma yang mengguncang dengan lagu dangdut.

Berturut-turut diisi oleh penampilan dari Charlie (mantan vokalis ST 12) bersama Setia Band dan pedangdut ibu kota, Ike Nurjanah. Para pengisi acara yang tampil di panggung, sontak membuat seluruh penonton di tribun turun mendekat ke panggung, memenuhi lapangan Stadion Rumbai.

Berbagai tembang yang dibawakan menjadi hiburan tersendiri bagi seluruh penonton yang sudah mendekat ke panggung malam tadi dengan iringan berbagai lagu-lagu hits para pengisi acara.

Keluhkan Konsep Panggung
Pada seremoni pembukaan Peparnas kemarin, banyak penonton yang mengeluhkan konsep panggung di tengah-tengah lapangan. Sebab, dengan panggung besar menghadapi VIP, stage tersebut juga dipasangi backdrop.

Dengan begitu, maka panggung membuat berbagai pengisi acara yang tampil memukau, tak dapat dinikmati pengunjung. Setengah dari penonton yang di belakang panggung jadi tak bisa menyaksikan acara tersebut.

Seperti dikeluhkan salah seorang penonton, Angga. Mahasiswa salah satu perguruan swasta di Pekanbaru tersebut tampak kecewa. Karena selain harus mengitari stadion untuk masuk. Setelah tiba di dalam pun tidak bisa menikmati pagelaran.

‘’Sudah masuk harus keliling, padahal ada undangan. Tapi tetap susah untuk bisa ke dalam, eh, sampai di dalam juga tidak bisa melihat apa-apa,’’ kesalnya sambil berlalu diawal acara berjalan kemarin.

Hal lain pula dikeluhkan penonton terkait kurang ramahnya aparat yang menjaga pintu masuk. Sebab, di undangan sudah tertera gerbang masuk, namun tidak diizinkan masuk ke dalam stadion.

Alhasil, pada seremoni pembukaan kemarin, banyak penonton yang berada di belakang panggung memutuskan keluar saat acara sudah mulai berjalan. ‘’Ngapain di sini, tak bisa lihat apa-apa juga,’’ ungkap salah seorang penonton, Rahmi yang keluar bersama dua anaknya.

Berdasarkan pantauan Riau Pos malam tadi di lapangan, masih banyak kursi penonton yang kosong di areal VIP, tepatnya tribun tertutup. Sementara sisi kiri-kanan tribun dipadati pengunjung.(tim)

TNI Bersenjata Disiagakan pada Pembukaan Peparnas 2012

Pekanbaru (ANTARA News) - Personel TNI bersenjata laras panjang disiagakan di Kota Pekanbaru pada hari pembukaan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XIV/2012, Minggu.

Personel TNI berseragam loreng banyak terlihat bersiaga di sepanjang jalan protokol seperti di Jalan Sudirman, Pekanbaru, mereka disiagakan sejak pagi dan antara kelompok yang satu dengan yang lain hanya berjarak sekitar 50 meter.

Humas Pemprov Riau Chairul Rizky mengatakan TNI dan Polri disiagakan karena kehadiran tamu-tamu negara. Wakil Presiden (Wapres) RI Boediono dijadwalkan akan hadir pada pembukaan Peparnas XIV di Stadion Kaharuddin Nasution pada Minggu petang.

Selain itu, sejumlah menteri yang hadir pada acara pembukaan juga sudah tiba di Pekanbaru, antara lain Menpora Andi Mallarangeng dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.

Sebelumnya, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Paulus Lodewijk mengatakan sebanyak 2.750 personel TNI dan Polri siap mengamankan kedatangan Wakil Presiden Boediono saat pembukaan Peparnas.

Ribuan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang menjadi pelintasan Wapres, mulai dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru hingga lokasi acara di Stadion Kaharuddin Nasution.

"Diharapkan, prajurit yang bertugas dan terlibat pada pengamanan VVIP dapat dengan total untuk segala persiapan," katanya.

Peparnas XIV berlangsung  7-13 Oktober, mempertandingan 11 cabang olahraga yakni atletik, renang, futsal, catur, angkat berat, voli duduk, tenis meja, boling, bulutangkis, panahan dan tenis.

Jateng Rebut Dua Emas Panahan Peparnas 2012

Pekanbaru (ANTARA News) - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali berhasil menambah perolehan medali emas di cabang panahan Peparnas 2012 pada nomor divisi nasional male team arch stand dan divisi nasional male team arch wilcal (duduk beregu putra).

Dalam cabang olahraga panahan yang digelar di Lapangan Panahan Kampus Universitas Islam Riau (UIR), di Pekanbaru, Rabu, Jateng berhasil mengungguli paralimpian dari daerah lain.

Jateng yang turun di nomor divisi nasional male team arch stand (berdiri beregu putra) memainkan Ponco Wolo, Joko Sutrisno dan Agus Rustanto yang berhasil mengumpulkan nilai dengan total poin yang diperoleh 181.

Kontingen itu berhasil mengalahkan trio Kalimantan Tengah (Kalteng) yang memainkan paralimpian atas nama Yanatar, Suhana dan Susanto dengan hanya mampu mengumpulkan poin 130.

Sementara untuk medali perunggu direbut bersama oleh Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dengan nama atlit Abdul Hamid, Riyadi Nugraha dan Zulfajri untuk Kaltim, dan Kalsel atas nama Suranto, Fahrul Azan serta Kurdi.

Sedangkan medali emas kedua pada beregu putra di hari yang sama, juga diraih Jateng dari nomor divisi nasional male team arch wilcal (duduk beregu Putra).

Jateng menurunkan paralimpian atas nama Sutrisno, Sugiyo dan Gusnin Albinzar dengan total skor 138.

Kontingen itu mengalahkan Kaltim yang menurunkan Sukarno, Heri Prasetyawan dan Joko Budi Wibowo dengan hanya mampu memperoleh skor 121.

Panitia: Nyaris Tak Terdengar Keluhan dari Peserta Peparnas

"Sampai hari ketiga Peparnas digelar yakni mulai 7 Oktober, saya nyaris tidak medengar ada komplain."

Panitia pelaksana Pekan Paralympik Nasional (Peparnas) XIV di Riau mengaku hampir tidak mendengar adanya keluhan dan keberatan dari para kontingen seperti pada waktu PON XVIII pada September lalu.

"Hari ini telinga saya agak nyaman. Jadi Insya Allah, sampai hari ketiga Peparnas digelar yakni mulai 7 Oktober, saya nyaris tidak medengar ada komplain," ujar Ketua Umum Peparnas ke-XIV di Riau, Emizal Pakis, di Pekanbaru, Rabu (10/10).

Pihaknya telah mengunjungi salah satu cabang olahraga yang diperlombakan dalam Peparnas yakni ke kolam renang yang berada di Kolam Renang Sport Center Rumbai. Di sana Emizal bertemu dengan kontingen dari Sulawesi Tengah yang sudah berumur, kemudian menanyakan bagaimana perasaannya selama berada di Riau dan dijawab, "selama kami tinggal di hotel, kami mendapatkan makanan yang enak dan pelayanan yang memuaskan."

Meski demikian, pihaknya juga mengadakan pertemuan dalam rapat dengan menghadirkan seluruh kontingen, Selasa, (9/10), dengan mengundang seluruh ketua-ketua kontingen provinsi dan semuanya merasakan pelayanan yang baik.

"Jikapun ada masalah teknis dalam pertandingan. Tapi kalau masalah teknis, itukan sudah ada di Panpel, sudah ada di keabsahan suatu pertandingan. Saya kira bukan masalah yang prinsip, tapi pada pelayanan sampai hari ini berjalan dengan baik," katanya.

Jika dibandingkan dengan pelaksanaan PON XVIII di Riau yang digelar pada 9-20 September 2012, Peparnas memang tidak sebesar pelaksanaan PON baik jumlah kontingen maupun lamanya waktu pelaksanaan.

"Pada PON lalu dia mungkin lebih besar dengan 39 cabang olahraga, kemudian hampir 10 ribu orang dilayani. Artinya seluruh fasilitas digunakan mulai dari hotel yang paling bawah sampai hotel berkelas termasuk rusunnawa, dan asrama atlit," katanya.

Selama PON, banyak komplain yang diterima panitia baik fasilitas, pelayanan, makanan terlambat, membuat telinga panitia disumbati berbagai persoalan "gelap" termasuk juga fasilitas pertandingan yang waktu itu banyak yang dikejar karena mepetnya waktu.

"Dalam perjalanan kami tetap melakukan evaluasi, dua hari dan tiga hari setelah PON dibuka. Memang panitia masih menemukan hambatan, tapi kemudian terus melakukan pembenahan. Tapi kalau Perparnas, dari awal panitia sudah mempersiapkan dengan lebih baik," kata Emrizal.

Peparnas XIV di Riau diikuti 31 provinsi, minus Papua Barat dan Lampung dengan jumlah atlet 1.422 orang dan 733 ofisial yang memperebutkan 1.334 medali, terdiri dari 424 emas, 424 perak dan 486 medali perunggu.

Digelar hanya di satu kota yakni Pekanbaru pada 7-13 Oktober 2012, dan mempertandingkan 11 cabang olahraga (cabor) yakni angkat berat, atletik, bowling, bulu tangkis, catur, futsal, panahan, renang, tenis kursi roda, tenis meja serta volley duduk.

Untuk cabor angkat berat, catur dan tenis meja akan digelar di Hotel Ratu Mayang Garden, kemudian untuk atletik digelar di Stadion Atletik Rumbai, cabor futsal di Hall Basket Sport Centre Rumbai dan renang di Kolam Renang Sport Centre Rumbai.

Boling di Boling Centre Purna MTQ, bulu tangkis di GOR Gelanggang Remaja, cabor panahan di Lapangan Panahan Kampus UIR, tenis meja kursi roda di Lapangan Tenis PTPN V dan untuk volley duduk diadakan di GOR Tribuana. 

Perenang Riau Pecahkan Rekor ASEAN

Syuci telah menunjukan kinerja terbaik karena dapat mengikuti semua program latihan.

Perenang putri Riau Syuci Indriani memecahkan rekor Asia Tenggara dan nasional untuk nomor 200 meter gaya bebas kelas S-14 pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV/2012 di Pekanbaru, Riau, Rabu, dengan waktu 2,40.62 menit.

"Kami bangga bahwa Syuci mampu memecahkan rekor Asia Tenggara," kata pelatih NPC renang Riau Asri dihubungi di Pekanbaru, Rabu.

Dia mengatakan, kemenangan Syuci itu merupakan kerja keras selama ini dan menjalani latih rutin di Kolam Renang Aras, Pekanbaru.

Menurut dia, Syuci telah menunjukan kinerja terbaik karena dapat mengikuti semua program latihan. Atas kemenangan itu, Syuci berhak menerima emas, namun untuk medali perak serta perunggu tidak diberikan karena hanya diikuti dua perenang paralimpian itu.

Sedangkan rekor Asia Tenggara itu dipecahkan perenang Sharon W asal Singapura dengan waktu 3,40.50 menit pada 23 Januari 2008.

Selain itu, Syuci juga mampu memecahkan rekor nasional (4,13.67 menit) yang diciptakan perenang lain pada Peparnas 2008 di Kalimantan Timur.

Dalam pertandingan itu Syuci dapat mengalahkan perenang Rahmayana asal Sumatera Selatan dengan waktu 2,55.76 menit. Meski tidak mendapatkan medali tapi perenang paralimpian asal Sumatera Selatan itu juga memecahkan rekor nasional dan Asia Tenggara pada Peparnas 2012.