PEKANBARU (RP) - Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono menilai
ajang Pekan Paralympic Nasional XIV Provinsi Riau tidak hanya sebagai
ajang mengukir prestasi olahraga, tetapi juga memiliki esensi positif
sebagai ajang memupuk nilai-nilai kemanusiaan.
‘’Untuk keduakalinya, Riau menjadi tuan rumah iven olahraga berskala nasional.
Setelah
PON dilaksanakan dengan sukses. Malam ini, kita akan membuka perhelatan
kedua, yaitu Peparnas XIV di Riau,’’ ujar Wapres dalam opening ceremony
Peparnas di Sport Center Rumbai, Ahad (7/10).
Menurutnya, para
atlet dari seluruh kontingen yang datang dari seluruh penjuru Tanah Air
merupakan atlet terbaik yang siap mengharumkan nama kontingen dan
daerahnya. Peparnas juga menjadi ajang untuk saling mengenal, saling
mengerti dalam memupuk persaudaraan dan persatuan.
‘’Selain itu,
Peparnas XIV juga memiliki makna positif dalam meningkatkan nilai
semangat hidup, teguh dan semangat memperoleh yang terbaik dalam
menjalankan kehidupan.
Mereka adalah yang berhasil dalam menghadapi tantangan hidup,’’ papar Boediono memberikan motivasi kepada para atlet.
Lebih
jauh dia menambahkan, nilai kemanusian lain yang dapat dipetik adalah
komitmen mengedepankan semangat kejujuran, sportivitas dan jiwa satria
untuk mencapai prestasi terbaik.
‘’Ini bagian dari spirit
kemanusiaan. Pecahkan rekor baru, sehingga dapat menjadi kebanggaan bagi
kontingen dan daerah. Tiada kata menyerah pada keadaan. Kekurangan dan
hambatan sama sekali tidak mematikan semangat Anda. Terimalah salut dan
rasa hormat saya yang tinggi,’’ papar Wapres.
Dalam kesempatan
tersebut, dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Riau yang
telah melaksanakan amanah nasional dan menjadi tuan rumah yang baik.
‘’Saya
sampaikan pengharagaan yang setinggi-tingginya atas kesedian Riau
melaksanakan tanggung jawab nasional ini. Terima kasih atas kerja keras
dan kontribusi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara nasional.
Kepada masyarakat Riau saya mengucapkan terima kasih atas keramahan yang
telah diberikan. Semoga kenangan manis di Riau tetap melekat di hati
kita semua,’’ ungkap Wapres yang disambut tepuk tangan dan riuh puluhan
ribu masyarakat dan atlet yang hadir dari berbagai pelosok daerah di
Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP
mengatakan ajang Peparnas menjadi rangkaian penting, bukan hanya untuk
olahraga nasional. Tetapi juga berperan dalam memperkokoh persatuan dan
kesatuan di Indonesia.
‘’Kami beserta komponen masyarakat Riau
mengucapkan selamat datang kepada Wapres Boediono ke Bumi Melayu Lancang
Kuning. Bulan lalu, Riau mendapat kehormatan menjadi tuan Rumah PON,
Alhamdulillah, berlangsung sukses. Ini merupakan kebanggaan kedua
kalinya bagi masyarakat Riau sebagai tuan rumah Peparnas XIV,’’ papar
Gubri.
Dia menambahkan, dengan pelaksanaan PON dan Peparnas
menjadi ajang membangkitkan Riau yang terus berbenah hampir di semua
sektor kehidupan.
Ini terwujud dengan perkembangan infrastruktur dan sarana yang bertaraf internasional di Bumi Melayu Lancang Kuning.
Peparnas
kali ini mengambil tema ‘’Dengan Prestasi Olahraga, Kita Tingkatkan
Peran Paralimpian dalam Mengangkat Harkat dan Martabat. Selain itu juga
meningkatkan persatuan dan kedamaian. Baik di tingkat lokal, nasional
hingga internasional’’.
Merangkak, Yasin Sulut Api Peparnas
Proses
penyalaan api tersebut juga memerlukan perjuangan, sebab Yasin, si
pembawa api ke kaldron setinggi 3 meter tersebut merupakan pelatih tenis
kursi roda Riau. Namun ia harus merangkak ke puncak kaldron.
Semangat
juang Yasin mendapat aplaus dari seluruh penonton pada pembukaan
Peparnas, Ahad (7/10) di Stadion Kaharuddin Nasution. Penyalaan api di
kaldron menjadi puncak rangkaian acara yang dinikmati sekitar 20 ribuan
penonton. Ditambah 5 ribuan atlet, pelatih dan ofisial.
Kobaran
api masih nyata hingga seluruh penonton bubar pada pukul 22.00 WIB malam
tadi, dimana acara dimulai pukul 19.00 WIB. Yasin yang menyalakan api
dengan merangkak tanpa bantuan kursi rodanya.
Ia harus menaiki
satu persatu tangga. Ia menerima api yang diambil dari sumur minyak
pertama Minas tersebut dari paralympian lainnya.
Pemandangan tersebut menjadi bagian dari pembukaan ajang olahraga terbesar bagi penyandang cacat yang disebut paralympian.
Seremoni
pembukaan acara utama, malam tadi diawali dengan penampilan karya
lokal. Diawali dengan tari persembahan. Lalu dilanjutkan dengan
tari-tarian dari seniman Riau. Lewat karya, ‘’Di Bawah Matahari Tak Ada
yang Sempurna’’.
Penampilan yang sarat dan kental dengan budaya
Melayu tersebut menyajikan penampilan ratusan penari dengan
kerlap-kerlip di atas kepalanya ditambah dengan warna-warni ondel-ondel
melekat sebentuk topi.
Sebelum sajian seniman Riau tersebut,
lebih dulu ada penampilan dari beberapa penyanyi difabel yang notabene
anak-anak menghibur dengan lagu yang dipopulerkan D’masiv, berjudul
‘’Jangan Menyerah’’.
Sebelum defile kontingen provinsi peserta,
yang dimulai dengan kontingen Aceh. Diawali dengan tim Paskibraka yang
membawa bendera merah putih, bendera NPC dan bendera provinsi peserta
Peparnas XIV.
Acara puncak malam tadi adalah penyalaan api
Peparnas yang diambil dari sumur minyak pertama Minas. Seperti PON,
acara puncak tersebut dilakukan oleh empat paralympian Riau. Mereka
membawa api dengan cara estafet. Diawali dengan paralympian yang (maaf)
tidak memiliki tangan.
Lalu dilanjutkan dengan paralympian
lainnya. Sebelum tiba di atlet lain yang sudah menunggu di tangga
kalderon. Atlet berkursi roda tersebut turun dari tempatnya dan membawa
api yang diterima dengan cara beringsut, tangga demi tangga untuk
kemudian menyalakan api di kalderon.
Perjuangan dan usahanya
untuk sampai ke puncak kalderon menaiki tangga sekitar 3 meter tersebut
mendapat aplaus dari seluruh pengunjung yang hadir. Kobaran api Peparnas
di kaldron mengakhiri acara resmi sebelum Wapres RI, Boediono
menginggalkan tempat. Rangkaian open ceremony Peparna XIV Riau ditutup
dengan pesta kembang api berdurasi selama 5 menit. (egp/rio)
Suguhan
berbagai acara hiburan diawali dengan penampilan Sagu Band menjadi
tontotan tersendiri bagi para penonton. Meskipun tak sedikit pula
penonton yang beranjak meninggalkan lokasi acara.
Tapi kehebohan dan kemeriahan masih tampak hingga berbagai penampilan pengisi acara.
Seperti
sesudah penampilan Sagu Band kemarin dengan lagu andalannya.
Dilanjutkan penampilan Mara Karma yang mengguncang dengan lagu dangdut.
Berturut-turut
diisi oleh penampilan dari Charlie (mantan vokalis ST 12) bersama Setia
Band dan pedangdut ibu kota, Ike Nurjanah. Para pengisi acara yang
tampil di panggung, sontak membuat seluruh penonton di tribun turun
mendekat ke panggung, memenuhi lapangan Stadion Rumbai.
Berbagai
tembang yang dibawakan menjadi hiburan tersendiri bagi seluruh penonton
yang sudah mendekat ke panggung malam tadi dengan iringan berbagai
lagu-lagu hits para pengisi acara.
Keluhkan Konsep Panggung
Pada
seremoni pembukaan Peparnas kemarin, banyak penonton yang mengeluhkan
konsep panggung di tengah-tengah lapangan. Sebab, dengan panggung besar
menghadapi VIP, stage tersebut juga dipasangi backdrop.
Dengan
begitu, maka panggung membuat berbagai pengisi acara yang tampil
memukau, tak dapat dinikmati pengunjung. Setengah dari penonton yang di
belakang panggung jadi tak bisa menyaksikan acara tersebut.
Seperti
dikeluhkan salah seorang penonton, Angga. Mahasiswa salah satu
perguruan swasta di Pekanbaru tersebut tampak kecewa. Karena selain
harus mengitari stadion untuk masuk. Setelah tiba di dalam pun tidak
bisa menikmati pagelaran.
‘’Sudah masuk harus keliling, padahal
ada undangan. Tapi tetap susah untuk bisa ke dalam, eh, sampai di dalam
juga tidak bisa melihat apa-apa,’’ kesalnya sambil berlalu diawal acara
berjalan kemarin.
Hal lain pula dikeluhkan penonton terkait
kurang ramahnya aparat yang menjaga pintu masuk. Sebab, di undangan
sudah tertera gerbang masuk, namun tidak diizinkan masuk ke dalam
stadion.
Alhasil, pada seremoni pembukaan kemarin, banyak
penonton yang berada di belakang panggung memutuskan keluar saat acara
sudah mulai berjalan. ‘’Ngapain di sini, tak bisa lihat apa-apa juga,’’
ungkap salah seorang penonton, Rahmi yang keluar bersama dua anaknya.
Berdasarkan
pantauan Riau Pos malam tadi di lapangan, masih banyak kursi penonton
yang kosong di areal VIP, tepatnya tribun tertutup. Sementara sisi
kiri-kanan tribun dipadati pengunjung.(tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar